Mahluk PHP Itu Bernama Cowok??


Disclaimer: Tulisan ini sangat alay, wkwk. tulisan ini saya tulis di tahun 2012 ketika masih awal-awal belajar menulis.

“Dasar ya cowok itu, isinya cuman PHP doang? Bisanya cuman kasih harapan, ntar kalo yang di dapet dari kita udah cukup, kita ditinggalin?” “iya nih bener, aku sebel banget tuh kalo ketemu sama mereka mereka yang kayak gitu”

Begitulah sedikit cuplikan yang saya dengar beberapa hari yang lalu di sebuah kedai makan, dua orang gadis yang sedang melakukan sesi curhat tentang unek-unek mereka saat itu. Lantas sebuah pertanyaan besar muncul di kepala. Apakah benar yang dikatakan mereka tentang cowok? Ini memang sebuah pertanyaan besar dan begitu subjektif, jika Albert Einstein kita suruh untuk memberikan pendapat mengenai masalah ini, mungkin saja tidak akan tercipta rumus E=mc² karena beliau sibuk memikirkan pertanyaan itu.

Meskipun begitu, marilah kita sejenak untuk duduk dan memikirkan masalah ini melalui kacamata logika dan realita.

Pertama-tama mari kita lihat definisi dari PHP itu sendiri. PHP atau yang di sebut Pemberi Harapan Palsu adalah keadaan dimana pihak satu merasa telah diberi “kode-kode” dari pihak dua, yang membuat pihak satu senang, senyum-senyum sendiri, ketawa gak jelas, pamer “kode” terebut ke semua orang, temennya, sodaranya, adeknya, kakaknya, tukang bakso, satpam komplek, tukang pijet. Namun pada akhirnya kenyataan berkata lain, harapan yang sudah dibayangkan oleh pihak satu tidak berbuah kebahagaiaan, pihak satu kecewa dan marah-marah ke pihak dua. Lantas pihak satu berkata kepada pihak dua, “kamu jadi orang PHP banget sih?” dan pihak satu berlari sampai ke Negara antah berantah, si pihak dua cuman melongo sambil di hinggapi lalat.

Satu hal yang pasti disini adalah, pihak satu adalah si cewek dan pihak dua adalah si cowok, namun ada hal lain yang unik di sini, bagaimana bisa si cewek berkata demikian sedangkan si cowok merasa tak sedang bahkan tak pernah melakukan apa-apa?

Oke, mungkin ada yang berkata kalau si cewek berkata demikian karena perhatian-perhatian dari si cowok berakhir hampa dan kosong, dan merasa telah di sakiti secara rohaniah oleh si cowok. Tunggu-tunggu, bagaimana kalau yang ada adalah si cowok memang cara bertemannya yang semacam itu? Bagaimana kalau yang ada adalah si cowok berniat melakukan kebaikan ke orang lain? Dan memang seperti itu kebanyakan.

Banyak, bahkan hampir semua teman atau kenalan cowok yang pernah saya kenal memiliki sifat demikian, yang biasa di sebut oleh orang psikologi sebagai plegmatis. We can give the situation that you call PHP to a thousand people, if we want. Including men and women, remember, men and women.

Mungkin sedikit aneh, tapi memang begitulah, cara berteman dan bergaul kebanyakan cowok, terkesan acuh dan “slenge’an”, memang begitulah cara bergaul mereka. Dan secara dramatis hal ini di anggap sebagai “kode-kode” oleh para cewek, sangat berbahaya.

Ada lagi yang unik, kebanyakan cowok adalah dewanya dalam dunia per-GR-an, mereka dengan mudahnya merasa GR, ada cewek ngeliatin dikit, langsung dikiranya suka sama dia, ada yang nanya alamat, langsung cari mukanya setengah mati. Namun hal yang perlu di catat adalah, meskipun cowok adalah dewanya dalam dunia per-GR-an tersebut, mereka tidak akan ambil pusing jika GR mereka tak terbalas. That’s it!!

Lain lagi dengan cewek, mereka cool, adem dalam melakukan segala hal, jaim dalam bertindak, suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan. Mereka jarang sekali GR, keren bukan. Suatu sifat yang begitu ajaib bagi kaum adam. Namun ada hal yang sedkit di sayangkan disini, karena sifat yang jarang itu lah, ketika ada cowok yang ingin berteman atau mempererat pertemanan dengan cara mereka tadi, seringkali di anggap sebagai “kode-kode” tersebut. Yang pada akhirnya akan berakhir seperti definisi PHP di atas.

Jadi siapa yang sebenarnya PHP disini? Laki laki yang PHP? Atau cewek yang GR? Ini kembali lagi kepada para pembaca sekalian, mengingat konten konten di dalam tulisan ini berisi hal hal yang bersifat subjektif namun unik jika di bahas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anomali PKKMB